Friday, October 12, 2012

Suatu Pagi, Kepada Kamu yang Berlalu.


Karya: M Rozi Alfath & Anastasia Kresiadanti

Terkadang yg terasa hanya perih nan pedih, ketika aku dan kamu kusebut satu.
Pertautan dua manusia yg sementara, meninggalkan jejak tak kentara. selamanya.
Kamu, aku. Kini hanya bisa kusebut rindu.
Kusimpan dalam kalbu, semoga tak hangus menjadi abu.

Satu yg kuanggap kita, memaksaku menghapus dengan tidak mudahnya.
Selamanya yg berati bersama, hanya ada di dalam asa.
Kukirim rindu kepada kamu, yg mungkin tidak sama lagi, untukmu.

Kusebut kau masa lalu.
Terperangkap menjadi satu, tertuju hanya pada kamu
Mengapa harus pilu yg ada diingatanku?
Jika dulu hanya bahagia yg pernah aku bagi untukmu.

Sekarang, pilu itu dekat sekali dengan meragu.
Bahagia pun sekarang terasa semu.

Sebut aku batu, sembari mengeras ketika mengingat yg dulu.
Sebut aku air, sembari mengalir saat sadari ini hanya suratan takdir.

Takdir yg menyatukan, lalu takdir yg menghilangkan.
Lalu kenapa takdir masih saja mengingkan aku menyayangimu, Sedangkan kamu pun mungkin enggan mengingat aku.

Terperangkap di suatu pagi antara aroma kini dan lalu, berharap kamu masih menjadi seseorang yg tak berlalu.

Selamat pagi, kamu yg berlalu.